Dokumen yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Rumah Dijual di Jakarta Selatan

Bak jamur di musim penghujan, kehadiran rumah di kawasan Jakarta selalu laris diserbu pembeli. Terutama di daerah Jakarta Selatan yang dekat dengan berbagai fasilitas umum, kawasan ekspatriot dan pusat perbelanjaan brand ternama dunia. Namun,hal itu justru tidak dibarengi ketersediaan rumah atau hunian yang mencukupi.

Rumah dijual di Jakarta Selatan contohnya Belakangan ini menjadi komoditas yang sering diperebutkan orang, terutama mereka yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Perumahan baru atau rumah bekas yang dijual dengan harga terjangkau, pasti laris manis. Tapi, sebagai pembeli tentu kita harus bijak dalam memilih dan membeli rumah.

Salah satu hal yang harus kita perhatikan saat membeli rumah adalah kelengkapan surat-suratnya. Oleh sebab itu ada baiknya anda mempertimbangkan ini sebelum membeli rumah. Tidak seperti membeli motor atau kendaraan lain yang hanya ada stnk dan bpkb, dalam membeli rumah Ada beberapa jenis surat kepemilikan tanah di Indonesia. Surat kepemilikan tanah ini terdiri dari 3 jenis.

Diantaranya adalah Sertifikat Hak Milik (SHM), Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan juga Sertifikat Hak Pakai (SHP). Surat inilah yang menjelaskan siapa pemilik rumah tersebut. Dalam membeli rumah, pastikan rumah dijual di Jakarta Selatan yang Anda beli memiliki Sertifikat Hak Miliki (SHM). Sebab SHM adalah sertifikat kepemilikan tertinggi yang memiliki kekuatan hukum dan tidak dapat kedaluwarsa.

Dengan membeli rumah ber SHM maka secara legal anda kuat. Serta ada kenyamanan lantaran statusnya telah jelas. Demikian pula jika anda hendak membalik namanya atas nama anda sendiri, prosesnya akan lebih mudah dan cepat. Adapun SHGB dan SHP harus diperpanjang setiap 15 atau 20 tahun sekali. Ada baiknya anda langsung SHM-kan saat anda membeli. Pastinya selain lebih aman, juga bagi anda akan nyaman karena sudah SHM.

Sertifikat-sertifikat tersebut dihadirkan oleh pemerintah untukmenghindari sengketa lahan yang mungkin saja terjadi di masa mendatang. Karena Rumah yang belum memiliki salah satusertifikat di atas rawan disengketakan. Namun ingat bahwa keberadaan SHM, SHGB, atau SHP tidak lantas memastikan keamanan status suatu rumah. Kita harus memperhatikan beberapa detail validitas sertifikat itu.

Perhatikan AJB atau akta jual beli yang merupakan bagian dari Sertifikat Hak Milik. Dokumen ini memuat keterangan penting yakni tentang transaksi terakhir jual-beli rumah dengan SHM. Anda perlu Pastikan sertifikat ini dikeluarkan oleh notaris yang menjadi saksi transaksi tersebut. Pasalnya, keberadaan notaris memastikan keabsahannya. Cek pula keasliannya. SHM bisa dicek melalui Badan Pertanahan setempat di mana lokasi rumah dijual di Jakarta Selatan berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *