5 Alasan yang Membuat Kurs Mata Uang Asing Selalu Berubah

Berita mengenai menguat atau melemahnya rupiah, terhadap mata uang asing, khususnya dolar Amerika, kerap kali menghiasi layar kaca. Kalau Rupiah sudah melemah, otomatis perekonomian negara pun akan merasakan dampaknya. Lalu, apa sih sebenarnya faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya kurs mata uang asing terhadap rupiah ini? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa itu Kurs Mata Uang Asing?

Mungkin sebagian Anda masih bertanya-tanya, apa sih sebenarnya kurs mata uang asing tersebut? Kurs sendiri merupakan harga atau nilai dari mata uang suatu negara, yang diukur dengan mata uang luar negeri. Singkatnya, kurs menunjukkan perbandingan nilai antara dua mata uang yang berbeda.

Faktor yang Mempengaruhi Naik dan Turunnya Kurs Mata Uang Asing

Kurs mata uang memiliki sifat sementara, artinya bisa saja di suatu waktu nilainya meroket naik atau pun terjun bebas. Bisa jadi hari ini kurs dolar terhadap rupiah hari di angka sekitar 14 ribu, namun besoknya naik menjadi 16 ribu. Nilai kurs mata uang asing yang tak stabil ini disebabkan oleh beberapa faktor atau alasan, misalnya seperti hal di bawah ini.

  1. Kestabilan Politik dan Ekonomi

Mengapa urusan politik dan ekonomi bisa mempengaruhi kurs mata uang asing? Alasannya karena kestabilan politik dan ekonomi menjadi tolak ukur bagi investor untuk menanam dananya di nagar tersebut. Negara yang berada dalam kondisi politik dan ekonomi yang tak stabil, akan sangat berisiko membuat nilai mata uangnya melemah terhadap mata uang asing.

  1. Tingkat Inflasi Antara Negara yang Berbeda

Tingkat inflasi suatu negara bisa dibilang merupakan faktor yang memainkan peran besar dalam menentukan naik atau turunnya kurs mata uang. Misalnya saja, jika tingkat inflasi Indonesia tinggi, maka kurs mata uang asing terhadap rupiah akan semakin meningkat. Tentu saja kenaikan kurs mata uang asing ini berlaku bagi negara yang tingkat inflasinya lebih rendah dibandingkan Indonesia.

  1. Adanya Perbedaan Suku Bunga Antar Negara

Sama seperti tingkat inflasi, perbedaan suku bunga antara negara yang berbeda juga menjadi pemicu naik dan turunnya kurs mata uang. Jika bank sentral di suatu negara menurunkan suku bunga, maka akan cenderung membuat makin lemahnya nilai tukar mata uang negara tersebut. Namun, jika suku bunga dinaikkan, maka permintaan akan mata uangnya akan mengalami peningkatan.

  1. Neraca Perdagangan Antar Negara

Neraca perdagangan mengacu pada semua pembayaran dari hasil jual beli barang dan jasa, antara satu negara ke negara lainnya. Jika neraca perdagangan suatu negara mengalami defisit, maka nilai mata uang asing atau mata uang negara lain yang jadi partner dagangnya akan menguat. Berbanding terbalik jika terjadi surplus, yang membuat mata uang negara sendiri malah jadi menguat.

  1. Rasio Harga Ekspor dan Impor

Aktivitas ekspor dan impor yang terjadi dalam suatu negara, akan sangat mempengaruhi kurs mata uang asing terhadap mata uang di negara tersebut. Jika harga ekspor mengalami peningkatan lebih cepat dibandingkan dengan harga impor, maka nilai mata uang negara tersebut akan menguat. Namun, jika impor yang mengalami kenaikan, maka nilai mata uang negara tersebut akan melemah.

Itulah tadi setidaknya 5 faktor atau alasan yang mempengaruhi naik atau turunnya nilai atau kurs mata uang asing. Tentu saja kelima faktor ini berlaku juga atas kurs mata uang asing terhadap rupiah. Walaupun nilainya selalu berubah, setidaknya nilai mata uang bisa dijaga kestabilannya, misalnya dengan menghindari terjadinya inflasi serta ketidakstabilan politik dan ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *